Pendaftaran Peserta Didik Baru

SMA STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA

Jalan Sabirin 1&3, Kotabaru, Yogyakarta 55224 Telp.0274-513478 / Faks.0274-552457

    HOME
Pengantar
Syarat Pendaftaran
Seleksi dan Beasiswa
Jalur Pendaftaran
Alur Pendaftaran
Kegiatan Sekolah
Hasil Seleksi
Agenda Siswi Baru dan Pengambilan Seragam
Prestasi dalam Ujian Nasional Tahun 2019

Bagi calon siswa yang sudah membayar, harap melakukan Konfirmasi Pembayaran disini !

LOGIN
 username/email
 password

Pengantar
 

Sosok lembaga pendidikan yang khusus mendidik generasi muda putri ini telah banyak mengukir prestasi di dunia pendidikan Indonesia. Kehadirannya telah memberi warna tersendiri dalam menciptakan generasi muda putri yang telah diterima di berbagai Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri. SMA STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA mendidik generasi muda putri agar menjadi generasi muda yang berkepribadian utuh, berbelarasa, cerdas, peduli lingkungan,  dan berwawasan global.

Pada bulan Mei tahun 1945 tidak diberlakukan lagi peraturan Pemerintah Balatentara Jepang  yang melarang pihak swasta menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. Kebutuhan akan SMA Katolik sangat dirasakan saat itu. Dengan dukungan Mgr. A. Sugijopranoto SJ yang pada waktu itu tinggal di Bintaran, diadakan permufakatan antara Romo A. Djojoseputro SJ  pembesar Ordo Jesuit  dan Suster-suster Cinta Kasih St. Carolus Borromeus untuk mendirikan sebuah SEKOLAH MENENGAH ATAS KANISIUS (SMA K) dengan pembagian tugas, bagian putra dipimpin oleh romo-romo Jesuit sedangkan bagian putri dipimpin oleh Suster-suster Cinta Kasih St. Carolus Borromeus. Para romo dan para suster ini masing-masing telah mempunyai calon siswa. Disaksikan oleh wakil dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada tanggal 19 Agustus 1948, dengan resmi dibuka SEKOLAH MENENGAH ATAS KANISIUS Yogyakarta.
SMAK  ini terdiri atas bagian A sekarang jurusan Bahasa dan bagian B sekarang jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, dengan jumlah 65 orang siswa putra putri serta 11 pamong. SMA Kanisius Yogyakarta yang menumpang di ruang atas SMK Bruderan Kidulloji untuk sementara dipimpin oleh Romo B. Dumarno SJ, dengan Santo Joanes De Britto sebagai  pelindung. Kelak SMA ini menjadi College de Britto.
 
Sehubungan dengan terjadinya agresi Belanda ke ibukota Republik Indonesia, Yogyakarta, maka pada tanggal 18 Desember 1948, sekolah terpaksa ditutup. Pada tanggal 30 Juni 1949 Belanda meninggalkan Yogyakarta. Suster Chatarinia CB dan Sr. Bernardia CB mengumpulkan siswi – siswi SMA K dan siswi SGA K untuk diboyong ke jalan Sumbing. Sejak Agustus 1949 berlangsunglah kegiatan belajar mengajar di Jalan Sumbing 1 yang sekarang menjadi  Jalan Sabirin 1. Selanjutnya SMA K bagian putra dipimpin oleh Rm. B. Dumarno SJ dengan mengambil St. Joanes de Britto sebagai pelindung, yang sekarang menjadi SMA Kolese de Britto. SMA K bagian putri dipimpin oleh Sr. Chatarinia CB dengan mengambil nama pelindung STELLA DUCE, yang berarti Bintang Pembimbing yaitu Bunda Maria, yang sekarang menjadi SMA Stella Duce 1 Yogyakarta.

Untuk menampung pelajar dari luar kota Yogyakarta didirikanlah Asrama Putri Stella Duce di Terban Taman (sekarang Jalan Colombo). Tahun 1973 asrama yang berada di Jalan Sabirin 3 dipindahkan ke Jalan Supadi 5. Tahun 1987 gedung asrama di Terban Taman dibongkar dan didirikan gedung Provinsialat Suster-suster CB, asrama dipindahkan ke Samirono, tepatnya di belakang Asrama Syantikara. Sampai sekarang ada dua asrama putri Stella Duce, yakni di Samirono dan di Jalan Supadi 5. Untuk mewadahi sekolah-sekolah yang ada, Suster-suster St. Carolus Borromeus mendirikan yayasan yang diberi nama TARAKANITA, berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti Bintang Pembimbing. YayasanTARAKANITA didirikan pada tanggal 29 April 1952 dengan ketua Sr. Ursulia CB.
Seiring dengan perkembangan zaman dan dahsyatnya tantangan, upaya untuk terus meningkatkan SMA Stella Duce 1 menjadi lembaga pendidikan generasi muda putri yang terdepan terus diupayakan. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya peringkat ”A” pada Akreditasi Sekolah tahun 2018, berdasarkan Keputusan Sidang Badan Akreditasi Sekolah Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 5 September 2018 Nomor 05.01/BAN-SM-P/TU/IX/2018 dengan nilai 93.

Keberhasilan sebuah institusi pendidikan tidak hanya diukur dengan suksesnya penyelenggaraan, ketersediaan sarana prasarana fisik, staf pengajar yang andal, dan struktur kurikulum yang komprehensif, tetapi sejauh mana institusi tersebut berhasil menciptakan lulusan yang handal dan berhasil diterima di berbagai Perguruan Tinggi, baik Negeri maupun Swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri.



Dalam upaya mengembangkan bakat di bidang non akademik, saat ini ada 16 kegiatan ekstrakurikuler yaitu Pramuka, Basket, Futsal, Bahasa Mandarin, English Club, Melukis, KIR, PMR, Paduan Suara, Biola, Karawitan, Jurnalistik, Fotografi, Teater, Dance, dan Cheerleader.